Sendang Gile Waterfall Lombok Yang indah ditempuh jangka waktu 1 jam perjalanan dari senggigi menggunakan public transport (BEMO). suasana yang masih alami, hutan hijau yang lebat, udara yang sungguh-sungguh sejuk terasa, air yang sangat segar alami dari peggunungan rinjani. air terjun ini muncul dari ketinngian diatas tebing tersebut dan jatuh ke sungai dibawahnya. sehingga banyak orang yang berwisata mengambil photo, rekreasi, mandi dibawah panjuran waterfall tersebut. terletak diatas ketinggian 600m dari ketinggian laut. waterfall ini juga menawarkan suasana relaksasi bagi wisatawan yang ingin berkunjung Sendang Gile Waterfall Lombok Yang indah. konon menurut masyarakat sekitar untuk air dari waterfall tersebut sanggat bermanfaat, banyak persepsi orang-orang bermunculan seperti air awet muda. lokasi wisata waterfall ini masih berada dikawasan sekitar rinjani mountain.
Selasa, 29 Mei 2012
Minggu, 27 Mei 2012
Monkey Forest
Lombok island pulau yang indah terletak di sebelah pulau bali. dengan pemandangan yang masih alami, lautan yang indah dan hutan yang masih alami. Berwisata ke Pulau Lombok tidak lengkap rasanya kalau kita tidak singgah sebentar di Hutan Monyet Pusuk. Pusuk yang berarti puncak, merupakan bagian kawasan Hutan Rinjani, Lombok. Kawasan ini merupakan salah satu tempat persinggahan para turis asing maupun domestik yang hendak menuju Air Terjun Sendang Gile dan Air Terjun Tiu Kelep, air terjun yang terkenal di Lombok yang ramai dikunjungi oleh para turis, terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, yang merupakan gerbang pendakian Gunung Rinjani (3.726 m). Selain itu, Pusuk juga menjadi persinggahan turis sebelum menuju beberapa obyek wisata di Lombok Barat bagian utara, seperti Gili Air, Gili Meno, dan Gili Terawangan di Kecamatan Pemenang. anda juga dapatmenyaksikkan perkumpulan monyet yang membentuk kelompok serta anda dapat memberikkan makanan kepada monyet-monyet tersebut.
Minggu, 20 Mei 2012
Taman Narmada Lombok
Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Taman yang luasnya sekitar 2 ha ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November). Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.
Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah (mata air) diasosiasikan dengan tirta amerta (air keabadian) yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan kompleks Taman Narmada.
untuk saat ini taman narmada sudah cukup terkenal di wilayah NTB, oleh karenanya perlu pantauan dan pemeliharaan untuk semua fasilitasnya(baik penambahan maupun perawatan). Taman Narmada yang sekarang ini adalah hasil pembangunan dan serangkaian perbaikan/pemugaran yang berlangsung dari waktu ke waktu. Sewaktu para petugas dari Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala bersama dengan para petugas Kantor Wilayah Depdikbud Nusa Tenggara Barat meneliti dan mengumpulkan data sebagai langkah awal pemugaran, mereka berpendapat bahwa pemugaran secara memuaskan tidak mungkin, karena bahannya kurang dari 50%. Banyak bagian yang telah rusak terutama tebing-tebing kolam, taman, pagar maupun bangunan. Pada tahun 1980 sampai 1988 rekonstruksi Taman Narmada dapat diselesaikan.
Setelah direkonstruksi oleh pemerintah melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Taman Narmada dijadikan sebagai kompleks bangunan cagar budaya dengan daftar induk inventarisasi peninggalan sejarah dan purbapakala pusat nomor 1839. Dengan demikian, sesuai dengan peraturan yang berlaku kelestarian Taman Narmada dilindungi oleh pemerintah.
Kompleks Taman Narmada
Kompleks Taman Narmada yang ada di Lombok itu dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu gerbang utama, jabalkap, telaga kembar, gapura gelang/paduraksa, mukedes, telaga padmawangi, balai loji, balai terang, patandaan, bangunan sakapat, balai bancingah, Pura Kelasa dan Pura Lingsar. Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian dari Taman Narmada dari gerbang utama.
Gerbang utama yang berbentuk gapura bentar dan berada di sebelah utara. Setelah gerbang utama kita akan memasuki halaman jabalkap, yang di dalamnya terdapat telaga kembar. Di bagian selatan jabalkap terdapat sebuah gapura yang bernama Gapura Gelang atau Paduraksa yang menghubungkan antara halaman jabalkap dengan halaman mukedes. Pada halaman mukedes terdapat beberapa buah bangunan, antara lain Sanggah Pura, Balai Pamerajan dan Balai Loji (salah satu diantara bangunan kediaman raja). Di sebelah tenggara halaman mukedes terdapat gapura yang menuju ke halaman pasarean. Di halaman paseran ini terdapat juga Balai Loji, Telaga Padmawangi, Pawedayan, pawargan, Balai Terang, dan sebuah bangunan baru yang tidak jelas statusnya. Balai Terang adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat/tidur raja, berbentuk panggung yang seluruhnya terbuat dari kayu. Bagian atas bangunan yang terbuka dipergunakan untuk menikmati pemandangan ke arah Meru pura di sebelah timurnya. Pintu dan jendela Balai Terang ini bermotif bulan tunggal dan tumbuh-tumbuhan. Di sebelah timur halaman pasarean terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada. Bentuk arsitekturnya menyerupai punden berundak. Bagian yang paling suci terdapat di halaman tengah pada undak yang paling atas (pura di Bali umumnya halaman paling suci adalah yang paling belakang). Pura ini tergolong pura jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat kolam duyung dan telaga segara anak.
Sebelah selatan halaman pasarean terdapat halaman patandaan. Pada halaman patandaan ini terdapat dua bangunan sakapat yaitu sejenis wantilan atau panggung terbuka bertiang empat. Pada halaman inilah sering diselenggarakan berbagai pertunjukan. Sedangkan di sebelah selatan Patandaan terdapat halaman bancingah. Yang tertinggal di halaman ini sekarang hanyalah tembok keliling halaman dengan dua gapura bentar. Bangunan-bangunan lain di kompleks Taman Narmada dalam wujud pertamanan sudah sulit ditelusuri keasliannya. Menurut peta tahun 1899 taman di kompleks Taman Narmada diantaranya adalah: Taman Bidadari, Taman Anyar, Taman Paresak, dan Taman Kelasa. Taman Anyar dan Taman Kelasa saat ini telah menjadi perkampungan penduduk. Sedangkan Taman Paresak saat ini telah menjadi kebun buah-buahan dengan tanaman utamanya ialah buah manggis. (ali gufron)
Langganan:
Postingan (Atom)


